Chat with us, powered by LiveChat

Sabung Ayam Terkait Sebagai Saksi Peristiwa Besar Nusantara

Sabung Ayam Terkait Sebagai Saksi Peristiwa Besar Nusantara – Admin s128 akan membahas sedikit tentang sabung ayam yang terkait sebagai saksi peristiwa besar di nusantara. Indonesia dengan kepulauan nusantara menyimpan banyak misteri dan mitos, Tidak hanya itu, Indonesia juga memiliki ratusan suku, adat, agama dan bahasa yang menjadi kan indonesia unik. negara di asia tenggara ayng di lintasi oleh garis khatulistiwa dan berada diantara benua asi dan australia ini sungguh membuat orang orang orang takjub.

Adu ayam jago atau biasa disebut sabung ayam merupakan permainan yang telah dilakukan masyarakat di kepulauan Nusantara sejak dahulu. Sabung ayam merupakan perkelahian ayam jago yang memiliki taji dan terkadang ditambahkan logam yang runcing di tajinya. Permainan sabung ayam di Nusantara ternyata tidak hanya sebuah permainan hiburan semata bagi masyarakat, tetapi merupakan sebuah cerita kehiduan baik sosial, kebudayaan dan politik.

Link Alternatif s128 – Admin akan sedikit mempromosikan kan slah satu situ judi sabung ayam yang palin gaman dana juga terpercaya, Filabet.net adalah salah satu situs agen judi sabung ayam yang terkemuka dimana sudah puluhan tahun eksis dalam bidang sabung ayam di negara kepulauan indonesia. Memberikan kenyamanan pagi para pecinta sabung ayam dalam berjudi tanpa harus takut akan larangan pemerintahan. Live chat aktif 24 jam yang siap membantu dan melayani para pencinta sabung ayam. Proses deposit serta withdraw cpeta dari agen agen yang lain, memberikan pelayanan yang ramah bagi setiap pengunjung calon member atau pun member setia ayng telah bergabung didalam filabet.net

Permainan sabung ayam di pulau Jawa berasal dari folklore (cerita rakyat) Cindelaras yang memiliki ayam sakti dan diundang oleh raja Jenggala, raden Putra untuk mengadu ayam. Ayam Cindelaras diadu dengan ayam Raden putra dengan satu syarat, jika ayam Cindelaras kalah maka ia bersedia dipancung kepalanya, tetapi jika ayamnya menang maka setengah kekayaan Raden Putra menjadi milik Cindelaras. Dua ekor ayam tersebut lalu bertarung dengan gagah berani. Tetapi dalam waktu yang sigkat, ayam Cindelaras berhasil menang melawan ayam sang Raja. Akhirnya Raja mengakui kehebatan ayam Cindelaras. Penonton bersorak sorai mengelu-elukan ayam Cindelaras yang gagah itu. Di saat yang sama sang Raja mengetahui bahwa Cindelaras tak lain adalah putranya sendiri yang lahir dari permaisurinya yang terbuang akibat iri dengki sang selir. Di samping itu, sejarah sabung ayam juga sebagai pengingat 3 peristiwa besar di Nusantara diantaranya:

Peristiwa Politik di Masa Lalu
Sejarah sabung ayam juga menjadi sebuah pengingat peristiwa politik pada masa lampau. Kisah kematian Prabu Anusapati dari Singosari yang terbunuh saat menyaksikan sabung ayam. Kematian Prabu Anusapati terjadi pada hari Budha Manis atau Rabu Legi ketika di kerajaan Singosari sedang berlangsung keramaian di istana kerajaan salah satunya adalah pertunjukkan sabung ayam. Peraturan yang berlaku adalah siapapun yang akan masuk ke dalam arena sabung ayam dilarang membawa senjata atau keris. Ken Dedes ibu Anusapati menasehati anaknya agar tidak melepas keris pusaka yang dipakai sebelumnya, tetapi sesaat ketika sabung ayam belum dilakukan di dalam arena Anusapati terpaksa melepaskan kerisnya atas desakan Pranajaya dan Tohjaya. Pada saat itu di arena terjadi kekacauan dan akhirnya peristiwa yang ditakutan Ken Dedes terjadi dimana kekacauan itu merenggut nyawa Anusapati.

Tradisi Mengharmoniskan Hubungan Antar Manusia
Di Bali sejarah sabung ayam mengingatkan pada tradisi yang disebut Tajen. Tajen berasal dari tabuh rah, salah satunya yadnya (upacara) dalam masyarakat Hindu di Bali. Tujuannya mulia, yaitu mengharmoniskan hubungan manusia dengan bhuana agung. Yadnya ini runtutan dari upacara sarananya menggunaan binatang kurban, seperti ayam, babi, itik, kerbau, dan berbagai jenis hewan peliharaan lain. Sebelumnya pun dilakukan ngider dan perang sata dengan perlengkapan kemiri, telur dan kelapa sebelum disembelih. Perang sata dilakukan oleh ayam dalam rangkaian kurban suci yang dilaksanaan tiga partai (telung perahatan), yang melambangkan penciptaan, pemeliharaan, dan pemusnahan dunia. Perang sata merupakan simbol perjuangan hidup. Tradisi ini sudah lama sekitar tahun 1200 semenjak kerajaan Majapahit yang melakukan pelarian ke Bali.

Simbol Hubungan Sosial Antar Masyarakat
Dalam kebudayaan Bugis sendiri sejarah sabung ayam merupakan pengingat bahkan telah melekat sebagai budaya lama dalam menunjukkan hubungan sosial antar masyarakat disana. Gilbert Hamonic menyebut bahwa kultur Bugis kental dengan mitologi ayam. Hingga raja Gowa XVI, I Mallombasi Daeng Mattawang Sultan Hasanuddin, digelari “Haaantjes van het Oosten” yang berarti Ayam Jantan dari Timur. Dahulu orang tidak disebut pemberani jika tidak memiliki kebiasaan minum arak dan adu ayam. Dan untuk mengasosiasikan dengan keberanian itu biasanya dibandingkan dengan ayam jantan paling berani di kampungnya.

Pada tahun 1562 Raja Gowa X Mariogau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tanipalangga Ulaweng mengadakan kunjungan resmi ke Kerajaan Bone dan disambut sebagai tamu negara. Raja Gowa kemudian mengajak raja Bone La Tenrirawe Bongkange untuk memeriahkan suatu acara disana dengan sabung ayam. Singkat cerita ayam sabungan Raja Gowa kalah oleh ayam sabungan raja Bone. Raja Gowa kehilangan 100 katie emas yang sebelumnya dipertaruhkannya. Hal itu merupakan fenomena kekalahan yang sangat memukul dan membuat raja Gowa malu. Di satu sisi kemenangan raja Bone menempatkan kerajaannya dalam posisi psikologis yang kuat terhadap kerajaan kecil yang ada disekitarnya.

Rupanya sabung ayam pada dahulu kala di Nusantara bukan hanya sebuah permainan rakyat semata. Namun sejarah sabung ayam mengingatkan kepada kita 3 peristiwa besar di Nusantara.