Chat with us, powered by LiveChat

5 Titik Ukur Dalam Menilai Seekor Ayam Bangkok

5 Titik Ukur Dalam Menilai Seekor Ayam Bangkok – Admin s128 tidak akan pernah bosan  memberikan info info sepcial bagu para pesabung ayam tanah air agar sukses dalam menggeluti alirana sabung ayam yang di larang oleh pihak berwajib, dikarena semua bentuk perjudia telah di larang, bukan begitu? tapi tidak perlu takut karena filabet bersama s128 memberikan kemuhdahan dalan bertahu kalian para pecinta sabung ayam.

 S128 Online

Berbicara mengenai ayam bangkok berkualitas bagus tentu saja selalu banyak anggapan dan pendapat dari para penghobi ayam aduan yang memiliki banyak perbedaan. Pasti kita semua memiliki selera atau standar ayam aduan yang ideal. Ada orang yang beranggapan ayam loc/ngalung kunci itu bagus dan ada juga yang beranggapan ayam control lebih bagus. Itu semua tergantung dari selera dari masing-masing orang untuk menentukan jenis ayam mana yang mereka sukai.

Agen Ayam Online akan menjabarkan titik ukur Untuk Menilai Ayam Bangkok Berkualitas
Teknik tarung (gaya bertarung)
Teknik pukulan (gaya Pukulan)
Konstruksi tulangan (bentuk struktur tulang)
Darah keturunan (faktor genetic)
Ciri fisik atau Katuranggan

1. Teknik tarung.
Teknik tarung yangg dianggap bagus adalah yang susah terkena pukulan lawan. Apapun gaya teknik tersebut diantaranya adalah teknik Kontrol, dongkrak, lari, dorong, sedot, ngumpet, nyayap dan lain-lain. Yang terpenting dan harus diperhatikan adalah ayam yang susah untuk dipukul lawan dan ayam sangat cerdik untuk mendapatkan mencari celah. Kalo menurut saya, yang namanya ayam pasti kalahnya dengan ayam juga. Jadi, teknik tarung yang di anggap baguspun bisa kalah dengan ayam yang teknik tarungnya di anggap jelek. Berarti yang terpenting adalah dimana ayam kita mampu menguasai pertarungan/gelanggang.

2. Teknik pukulan
Teknik pukulan yang baik yaitu yang mampu membuat membuat lawan yang terkena pukulan menjadi kewalahan. Biasanya, pukulan yg membuat musuh kewalahan ini adalah pukulan yg bersih, tepat mengena pada sasarannya atau telak. Teknik pukuklan ayam haruslah seimbang. Maksudnya seimbang yaitu keras dan akurat. Percuma jika Cuma keras tapi ngawur dan tidak akurat.

3. Konstruksi tulangan
Tulangan sangat mempengaruhi gaya bertarung ayam. Tulangan ayam terbagi dalam dua jenis, yaitu tulang kecil dan tulang besar. Ayam yang memiliki tulangan kecil biasanya mengandalkan jalu atau biasa dikenal dengan ayam jalon. Sedangkan ayam dengan tulangan besar lebih dominan kearah tipe ayam pukul. Tetapi tidak menuntut kemungkinan ayam tulang kecil selalu mengandalkan jalu dan begitu juga sebaliknya.

4. Darah keturunan
Segala sesuatu kembali lagi kepada faktor genetiknya, begitu juga dengan ayam. Indukan bagus akan menghasilkan anakan yang bagus pula. Maka dari itu mulailah mencari indukan dan pejantan yang bagus (juara) karena hal ini sangat berpengaruh terhadap kualitas ayam yang akan kita ternakan atau pelihara.

5. Ciri fisik/katuranggan
Banyak dari penghobi adu ayam percaya bahwa katuranggan/ciri fisik yg bagus mampu membawa berkah bagi pemiliknya hal ini sudah dipercaya secara turun-menurun. Selain itu, katuranggan yang bagus dipercaya memberi wibawa pada ayam sehingga musuh menjadi kehilangan kepercayaan diri.

Ada Pula 5 titik ukur pandangan orang lain yang menilai ayam bangkok seperti :

1 Bentuk dan warna kulit ayam
Kondisi kulit ayam yang siap tarung adalah halus dan berwarna merah tua dan tidak terlihat pucat pada bagian muka, paha, dada, leher. Dalam hal ini kulit ayam dikatakan halus yaitu bentuk kulit megkilat layaknya diolesi dengan minyak sayur dan berwarna merah. Kemudian untuk mengamati kulit ayam bisa dilakukan setelah memandikan ayam aduan. untuk ayam yang belum siap biasanya kulit akan berwarna pucat dan terkadang cepat mengalami perubahan yang kadang-kadang pucat dan kemudian merah.

2 Bulu yang mengkilat
Biasanya para botoh senior juga menggunakan keadaan bulu untuk menjadi pertimbangan tolak ukur ayam yang siap diadu. Tapi menurut penulis setuju dengan hal ini, faktanya ayam yang kurang fit/kurang sehat bulunya akan cenderung terlihat kusam dan kumal. Ayam yang bulunya mengkilat juga akan lebih terlihat berwibawa dan gagah, tidak hanya itu tingginya vitalitas ayam diikuti dengan ciri bulu yang terlihat mengkilat.

3 Sikap agresif
Ayam aduan yang siap tarung akan lebih terlihat agresif dan cepat sekali panas. Sikap agresif tersebut biasanya ditunjukan kepada ayam-ayam disekitarnya dan keinginan untuk memukul ayam lain. Untuk menguji keagresifan dari ayam aduan bisa dengan mengurung ayam di dalam kandang dan kemudian dalam waktu yang bersamaan anda mengumbar ayam jantan lain di hadapanya. Ayam yang agresif akan terlihat sangat marah dan seolah-olah mengamuk ingin keluar dari kandang dengan melompat-lompat mendobrak kandang. Untuk ayam yang belum fit keagresifannya hanya dalam batas normal saja.

4 Kondisi stamina ayam
Stamina atau biasa dikenal dengan “Nafas” ayam merupakan penentu dari kesiapan ayam aduan. Ayam yang siap diadu harus memiliki stamina yang bagus agar bisa tahan bahakan sampai waktu setengah jam atau satu jam lebih. Untuk mengetahui kesiapan stamina (nafas) ayam aduan bisa dilakukan dengan mengabar atau latihan tarung. Abar bisa dilakukan selama satu ronde atau dengan kisaran waktu 15-20 menit. Jika ayam mampu bertahan selama waktu tersebut dan pukulan yang dilesatkan ayam masih akurat berarti ayam bisa dikatakan siap tarung jika belum maka ayam masih butuh perawatan lagi untuk beberapa waktu hingga ayam benar-benar siap.

5 Mental
Mental adalah keberanian dari ayam aduan untuk menghadipi lawanya. Mental sangat penting sekali dalam menentukan kelangsungan pertarungan. Kasus kegagalan mental ini biasa terjadi pada ayam yang masih berumur muda dan masih pilih-pilih lawan. Sangat mengecewakan apabila semuanya sudah siap tapi ayam malah lari atau tidak mau melanjutkan pertarungan karena lemah mental yang tentu saja ayam aduan kita langsung kalah. Untuk itu, saran dari saya sebaiknya mempersiapkan mental ayam sebelum diadu. Melatih mental ayam aduan bisa dengan cara abar dengan lawan yang berbeda secara berkala dengan tujuan ayam tidak kaget saat bertanding karena sudah memiliki banyak pengalaman.

Pada dasarnya semua kegiatan adalah proses untuk mencapai tujuan. Dengan demikian, persiapan yang matang adalah kunci dari keberhasilan dan juga untuk meminimalkan risiko yang mungkin terjadi. Sekian dari tulisan ini saya buat dan apabila ada kekurangan atau kesalahan harap dikoreksi.